Fungsi IF pada Microsoft Excel merupakan salah satu fungsi yang simpel namun sangat serbaguna. Fungsi IF juga merupakan salah satu Worksheet Functions yang paling sering digunakan.
Deskripsi
Fungsi IF pada Microsoft Excel masuk dalam kategori Logical Functions. Sebagai bagian dari fungsi logika, fungsi IF hanya menghasilkan satu Value yang telah kita tentukan sebelumnya untuk hasil TRUE, atau nilai lain apabila hasil evaluasi dari Argument menghasilkan FALSE.
Sintaksis
Sintaksis dari fungsi IF terdiri dari berbagai Argument berikut ini:
IF(logical_test, [value_if_true], [value_if_false])
- logical_test Argument ini merupakan setiap Value atau Expression yang dapat dievaluasi menjadi TRUE atau FALSE. Expression adalah suatu kombinasi yang terdiri dari suatu Value dan simbol tertentu yang menghasilkan suatu value baru. Sebagai contoh, A2=90 adalah suatu Logical Expression.
- value_if_true Argument ini merupakan Value yang ingin ditampilkan apabila hasil evaluasi dari Argument adalah TRUE. Pada Argument ini dapat juga berupa Expression yang menghasilkan suatu Value tertentu sesuai dengan yang diinginkan. Fungsi IF Bersarang adalah salah satu contohnya.
- value_if_false Argument ini merupakan Value yang ingin ditampilkan apabila hasil evaluasi dari Argument adalah FALSE. Pada Argument ini dapat juga berupa Expression yang menghasilkan suatu Value tertentu sesuai dengan yang diinginkan. Fungsi IF Bersarang adalah salah satu contohnya.
NB: Pemisah antar Arguments dapat juga berupa tanda ";" (titik koma), ini tergantung pada setting list separator yang ada pada komputer kita (lihat pada Control Panel bagian Regional Setting).
Contoh Penggunaan
Contoh1:
Misal cell A1 akan dibandingkan dengan cell B1, hasil evaluasi perbandingan diletakkan pada cell C1, diinginkan hasil “Sama” apabila cell A1 sama dengan cell B1 dan apabila berbeda maka diinginkan hasil “Beda”. Formula untuk tujuan tersebut adalah sebagai berikut:
=IF(A1=B1,"Sama","Beda")
Contoh2:
Pada contoh1, argument value_if_true dan value_if_false adalah sebuah Value, pada contoh2 kali ini menggunaan Expression pada argument value_if_true.
=IF(A1=A2,A1+A2,"")
Formula di atas diinginkan apabila value dari cell A1 sama dengan value dari cell A2 maka jumlahkan keduanya, apabila berbeda maka hasilkan Blank.
Contoh3:
Pada contoh1 dan contoh2 kita sudah belajar penggunaan fungsi IF pada tingkatan kasus yang sederhana. Sampai disini diharapkan sobat sudah bisa membedakan apa yang dimaksud dengan Value dan Expression pada suatu Argument.
Pada Contoh3 ini akan dicontohkan penggunaan Fungsi IF yang bersarang pada suatu Fungsi IF, istilah lainnya adalah Fungsi IF Bersarang atau Nested IF.
Diketahui daftar panduan konversi suatu nilai angka menjadi nilai mutu adalah sebagai berikut:
| Nilai Angka | Nilai Mutu |
| Lebih dari 79 | A |
| 70 s.d. 79 | B |
| 60 s.d. 69 | C |
| 50 s.d. 59 | D |
| Kurang dari 50 | E |
Misal nilai angka berada pada cell A2, untuk mengkonversi nilai angka ke nilai mutu, pada contoh ini kita gunakan formula berikut:
=IF(A2>79,"A",IF(A2>69,"B",IF(A2>59,"C",IF(A2>49,"D","E"))))
Perhatikan baik-baik penyusunan dan hasil dari formula tersebut. Jika Argument logical_test yang pertama menghasilkan TRUE, maka evaluasi dilanjutkan ke argument value_if_true, jika logical_test menghasilkan FALSE, evaluasi berlanjut ke statement IF berikutnya, dan bergitu seterusnya sampai dengan statement IF terakhir. Yang datang lebih awal adalah yang diutamakan oleh excel.

